
Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas petugas dalam pengendalian PTM khususnya stroke pada 27 November 2025 di Paseban Sena. Kegiatan diikuti 61 peserta dari berbagai fasyankes dan puskesmas. Materi disampaikan oleh Kadinkes dr. Intan Sudarmadi, Sp.S., M.H dan dr. Nurvia Andriani, Sp.N mengenai kebijakan skrining PTM serta tatalaksana stroke. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan dokter dalam deteksi dini, penanganan awal, dan rujukan cepat, me
Kegiatan peningkatan kapasitas petugas dalam pengendalian penyakit tidak menular / stroke tahun 2025
Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas dalam Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan fokus pada stroke pada Kamis, 27 November 2025, bertempat di Ruang Lantai II Paseban Sena. Kegiatan ini diikuti oleh 61 peserta yang terdiri dari pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan, dokter puskesmas, tenaga program PTM, serta pejabat struktural di lingkungan Dinas Kesehatan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas masih tingginya faktor risiko PTM di Kota Probolinggo yang berpotensi memicu terjadinya stroke. Berdasarkan Data ASIK Kota Probolinggo per 18 November 2025, prevalensi hipertensi tercatat sebesar 16,77%, pra-hipertensi 10,62%, pra-diabetes 14,03%, dan hiperglikemia 5,81%. Selain itu, sebanyak 96,74% masyarakat masih kurang aktif secara fisik, dengan proporsi overweight sebesar 13,19% dan obesitas mencapai 16,87%. Kondisi ini menjadi peringatan serius bahwa gaya hidup tidak sehat masih menjadi tantangan utama dalam upaya pencegahan stroke.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, Sp.S., M.H, yang menyampaikan pentingnya penguatan kebijakan pengendalian PTM melalui skrining dan deteksi dini stroke di layanan kesehatan primer. Selanjutnya, materi utama disampaikan oleh dr. Nurvia Andriani, Sp.N dari RSUD dr. M. Saleh Probolinggo yang memaparkan tatalaksana penanganan stroke di rumah sakit, termasuk penanganan awal kegawat daruratan neurologis serta pentingnya rujukan cepat agar pasien mendapatkan penanganan optimal pada masa krusial.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan berharap kompetensi tenaga kesehatan semakin meningkat, terutama dalam deteksi dini, tatalaksana awal, dan sistem rujukan kasus stroke. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antar fasilitas kesehatan serta meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan kasus PTM di Kota Probolinggo.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat layanan pengendalian PTM, khususnya stroke, demi mewujudkan masyarakat Kota Probolinggo yang lebih sehat dan produktif ke depannya.